Di Balik Lemahnya, Tersimpan Hati yang Tegar

Seorang wanita itu dikaruniai oleh Allah hati yang tegar. Karenanya ia mampu tetap bertahan dan mampu menjadi sandaran bagi anak2 dan suaminya. Ia akan diam dan menyimpan perasaannya ketika ia tersakiti. Ia tak akan mengeluh. Ia akan menerimanya dengan sabar. Ketika ia jatuh, itu artinya begitu berat beban hatinya, begitu berat permasalahan yang dihadapinya. Wanita itu mampu bertahan, meskipun sebenarnya ia terluka sangat dalam. Ia mampu untuk tetap tersenyum, meski sebenarnya dalam hatinya sedang menangis. Karena ia tidak ingin orang2 yang disayanginya tahu ia bersedih. Ia hanya mengharapkan yang terbaik untuk orang2 yg dikasihinya. Ia tak kan peduli, walau itu artinya ia harus hancur sendiri. Hal yang paling didambakannya adalah melihat orang2 yang disayanginya bahagia. Dan hal yang paling menyakitkan baginya adalah ketika melihat orang yang dikasihinya itu menderita. Ia lebih akan memilih untuk pergi dan menjauh, ketika ia tahu orang yang dikasihinya tidak bahagia bersamanya. Sungguh, meskipun orang2 menganggap ia lemah. Tapi ketahuilah, secara fisik ia memang terlihat lemah, namun sesungguhnya ia sangat tegar. Karena ia disiapkan untuk menjadi seorang penopang, tempat untuk bersandar, bagi suami dan anak2nya. Terkadang ia hanya butuh untuk dimengerti. Terkadang ia butuh tempat untuk mencurahkan lelah hatinya. Namun apa yang ia curahkan itu tak ada apa2nya dibandingkan dengan beban yg terpendam di dalam hatinya.

Aku tau ia patah. Aku tau ia sakit. Aku tau ia terluka. Dan pasti sangat dalam. Namun senyum itu masih saja mengembang di wajahnya. Meski terasa getir dan hambar. Saudariku,,, aku tau engkau kuat. Aku tau engkau bukan sosok yang lemah. Bertahanlah, karena tempat kita bersandar Maha Kuat, Allah.

Dan Engkaulah Perhiasan Terindah Itu….

Assalamu’alaikum..

Sobat, tentu pernah dengar kan bahwa “Wanita adalah perhiasan dunia, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah..” Udah pernah denger kan? Ya udah…kalau belum, setidaknya sekarang udah tahu kan…(hehehe…). Ya..memang begitulah sobat… Sobat, tak inginkah kita menjadi perhiasan terindah itu? Tentunya pengen kan…??? Lalu bagaimana caranya? Sebenernya penulis sendiri juga sedang mencari jawabannya sieh…(hehe…peace ^^v). Yuk..kita cari tahu bareng2 jawabannya..

Sejauh yang penulis ketahui sie…wanita sholehah itu salah satu cirinya adalah menutup auratnya. Hah….??? Apa itu aurat?? Jadi aurat itu adalah bagian2 tubuh yang tidak boleh diperlihatkan kepada orang2 yang bukan mahramnya… Lalu mahram tu apa? Waduh….jadi panjang gini ceritanya. Tapi ya udah deh..gpp. Jadi mahram itu adalah orang yang tidak boleh dinikahi…di antaranya : saudara kandung, saudara sepersusuan (artinya pernah disusui oleh orang yang sama..gtu..), orang tua kandung, saudara kandung dari orang tua kandung…(halah…ruwet… yo wes, gampangane nek orang jawa nyebut “pakdhe”, “budhe”, atau “lek” gitu lah…), trus lagi kakek-nenek kita….dst ke atas…., cucu2 kita..dst ke bawah…. dan masih banyak lah…. buka aja di Al-Qur’an… (hehehe…). Nah.. kembali ke topik tadi, aurat harus kita tutupi. Lalu yang masuk aurat tu apa aja? Yang masuk aurat tu, bagi perempuan adalah seluruhnya kecuali telapak tangan dan muka/wajah. Selain dengan menutup aurat, tentunya juga dengan memperbaiki akhlak kita dunk tentunya… Jadi ntar nggak cuma penampilan luarnya aja yang cantik, tapi juga dalamnya, dalam artian akhlaknya juga bagus. Yang seperti apa? Hmm…rasanya udah banyak buku2 yang membahas hal ini. Dan tentunya kalian pun juga udah tahu kan…

Saudariku… sering lihat kan makanan, buah-buahan, atau sayuran yang ada di supermarket? Makanan-makanan tadi dikemas dengan bagus. Bandingkan dengan yang dijual di pinggir-pinggir jalan. Kalau sobat diminta memilih antara makanan yang ada dalam kemasan yang rapi dengan makanan yang terbuka, pilih mana? Tentunya kita akan memilih yang dikemas rapi kan? Nah,,, menutup aurat dapat diibaratkan seperti itu pula sahabat. Jika kita menjaga apa-apa yang memang harus dijaga, menutupi apa-apa yang memang seharusnya tidak boleh terlihat. Seperti cangkang telur yang melindungi isinya.

Saudariku,,, jilbab tidak akan menghalangimu. Sama sekali tidak. Meskipun kamu berjilbab, bukan berarti kamu tidak boleh ini, tidak boleh itu. Jika kamu suka petualangan,,, kamu masih tetap bisa melakukannya. Tidak ada larangan untuk itu. Sejatinya diri kita sendiri lah yang membuat batas-batas itu. Islam itu mudah saudariku,,, manusia sendiri lah yang mempersulitnya. Berjilbab bukan berarti kamu harus bersikap lemah lembut,,, seperti puteri solo. Tetaplah jadi dirimu sendiri, dengan karaktermu sendiri. Betapa membosankannya hidup jika semua manusia mempunyai karakter yang sama. Allah menciptakan manusia dengan karakter masing-masing yang unik. Jadi jangan menganggap jika berjilbab, artinya kamu harus santun, lembut, dsb…dsb.

Belum siap?? Kenapa? Karena merasa akhlak masih belum baik? Saudariku… setiap insan itu punya kelebihan dan kelemahan. Tidak ada manusia yang sempurna. Jika menunggu baik,,, akan sampai kapan?? Hidup itu proses. Dan proses itu berlangsung selamanya, sampai ajal menjemput kita. Setiap saat, kita memperbaiki dan memperbaiki diri. Tidak ada orang yang menjadi baik lalu sudah, berhenti sampai di situ. Saudariku,, justru berjilbab ini kita jadikan sebagai salah satu langkah perbaikan diri kita. Masalah akhlak, sikap, semua itu akan mengikuti. Ketika memang ada niat dalam diri kita untuk berubah.

Ga diijinkan ortu? Saudariku… perintah orangtua memang tidak boleh dibantah. Tapi di sini ada perkecualiannya, yaitu jika perintah itu tidak melanggar syariat agama. Saudariku,,, perintah menutup aurat itu datangnya dari Allah… Dzat yang menguasai seluruh semesta, yang memberi nafas pada kita, pada orang tua kita. Ia yang menggenggam jiwa-jiwa kita, mencukupi semua kebutuhan kita, yang kita bahkan tak pernah menyadari bahwa kita membutuhkannya. Lalu,,, apakah kita lebih memilih untuk membantah perintah-Nya daripada perintah orang tua kita? Saudariku,,, tidak menuruti perintah orang tua karena untuk tujuan taat kepada Allah itu bukanlah kedurhakaan. Allah yang menciptakan kita, Allah yang menguasai kita, dan Ia Maha Kaya. Jika engkau takut karena berjilbab akan membuatmu hidup menderita, saudariku… itulah ujian bagi kita. Untuk melihat seberapa kesungguhan kita. Seperti dalam QS. Al-Ankabut ayat 2 yang artinya “Apakah manusia berpikir bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja setelah berkata, “Kami beriman”  dan mereka tidak akan diuji?” Saudariku,,, dengan ujian inilah Allah mengajarkan kita, menilai apakah kita layak mendapatkan surga-Nya kelak. Jika untuk mendapatkan nilai sewaktu sekolah saja kita mendapatkan ujian, apakah untuk mendapatkan syurga kita tidak mau di uji??

Jadi saudariku… apa yang menghalangimu untuk menutup aurat? Sempurnakanlah pakaianmu saudariku,, dan lihatlah…Engkaulah perhiasan terindah itu …

Insan Bernama Kekasih

Debar hatiku membisik rindu
Ingin aku katakan kau gadis idaman
Adakah mungkin kau kumiliki
Untuk aku jadikan insan bernama kekasih

Keayuan yang tergambar lukisan nur iman
Bersulamkan keindahan santun perkataan
Bagai putih salju mendinginkan hangat perasaan
Mengusir segala resah di jiwa

Ku sampaikan salam ucapan mesra
dan merisik khabar berita
Masihkah ada peluang
Untukku melafazkan cinta

Umpama rembulan jatuh ke riba
Mendengar khabaran dariNya
Padaku kau memendam rasa

PadaMu oh tuhan
Ku memohon keredhaan
Nur Kasih yang ku damba
Kekal hingga ke syurga

Hanya satu yang ku pinta kebaikan dariNya
Moga dipeliharakan tulus cinta kita
Agar kukuh ikatan yang murni bahgia selamanya
Dengan lafaz pernikahan yang mulia

Datanglah kasihmu dalam diriku
Menghiasi ruang hatiku
Akan ku sambutnya dengan
Sujud penuh kesyukuran

Ku harap jalinan kan berpanjangan
Selagi kasih yang terbina
Kerana cinta kepadaNya

Kau kusayangi teman sejati
Dikaulah sesungguhnya
Insan bernama Kekasih

(Nasyid By UNIC)

Muhasabah Cinta

“Anda mengidap kanker otak stadium akhir. Pada stadium ini sudah tidak ada harapan untuk sembuh. Obat-obat yang kami berikan kepada Anda hanya untuk mengurangi rasa sakit, namun tidak untuk menyembuhkan. Umur Anda mungkin sudah tidak lama lagi, menurut perkiraan medis hanya tinggal sebulan lagi. Namun itu hanya perkiraan kami, sedangkan kapan pastinya, hanya Tuhan yang tahu. Anda hanya bisa berharap mukjizat dari Tuhan.”

Kata-kata yang diucapkan oleh dokter tadi terus saja lekat diingatanku. Umurku tidak panjang lagi. Satu bulan. Ya, kata dokter itu mungkin umurku tinggal satu bulan. Aku takut! Aku takut mati! Aku tidak mau mati! Masih banyak hal yang ingin aku lakukan. Aku masih ingin melihat indahnya sinar matahari pagi sambil menghirup segarnya udara yang belum tercemari oleh polusi. Aku masih ingin melihat betapa indahnya pemandangan matahari terbenam dari tepian pantai. Aku masih ingin melihat indahnya bintang-bintang yang berkelip dan rembulan yang bersinar redup yang menjadikan suasana malam sangat indah. Menikmati indahnya pemandangan dari puncak bukit. Aku masih ingin menikmati semua itu.

Menikmati semua itu? Tiba-tiba aku termenung. Siapa yang memberiku kenikmatan seperti itu? siapa yang telah menciptakan matahari sehingga ia terlihat indah di waktu terbit dan terbenam? Siapa yang telah menjadikan bintang-bintang dan rembulan sehingga membuat malam menjadi tak lagi kelam? Siapa yang menjadikan pepohonan sehingga terlihat indah ketika dilihat dari atas bukit? Lalu siapa juga yang selama ini membiarkanku menghirup udara sebebas-bebasnya tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun? Yang telah memberiku mata sehingga aku bisa melihat keindahan-keindahan dunia ini? Bahkan siapa yang telah memberikan nyawa kepadaku?

Sayup-sayup terdengar suara adzan Maghrib dari sebuah masjid yang terletak di seberang  jalan. Astaghfirullahaladzim… Sekarang aku tahu siapa yang telah menciptakan matahari, siapa yang telah menciptakan bulan dan bintang, yang telah menjadikan pepohonan, yang telah membiarkanku bernafas dengan leluasa, yang telah memberi aku penglihatan, dan bahkan yang telah memberi aku nyawa. Ya, kini aku tahu siapa dia. Dia adalah yang selama ini aku lupakan, yang selama ini tak kuakui keberadaannya meskipun aku mengaku Islam, dia yang selama ini tak pernah kusebut namanya. Dia adalah Allah! Ya Tuhan…apa aku masih pantas menyebut nama itu, sedangkan apa yang telah aku lakukan selama ini? Apa aku pantas menyebut nama-Nya yang suci dan agung itu?

Tiba-tiba aku merasakan tubuhku bergetar hebat dan air mataku mengalir dengan derasnya. Aku tak kuasa membendungnya. Aku teringat apa yang selama ini aku lakukan, sungguh sangat jauh dari perintah-Nya. Bahkan selama ini aku durhaka kepada-Nya. Ya Allah…apakah Engkau masih sudi menerimaku lagi? Aku tak peduli apakah nantinya Ia akan menerimaku lagi atau tidak. Hatiku menyuruhku untuk mendekati masjid itu. Kakiku seolah didorong oleh suatu kekuatan yang tak terlihat untuk berjalan menuju arah itu. Dengan air mata yang masih menetes, aku mantapkan kakiku untuk berjalan ke tempat itu.

Aku langsung merasakan suasana teduh dan nyaman yang tak pernah kurasakan selama ini. Seolah tempat ini dinaungi oleh puluhan pepohonan rimbun yang tak terlihat. Segera kaki ini kulangkahkan menuju tempat wudhu. Tapi aku lupa bagaimana cara berwudhu. Aku terdiam dan mengamati orang di sebelahku, lalu aku menirukan gerakannya. Ketika wajah ini terbasuh dengan air wudhu, sungguh aku merasakan kesegaran dan kesejukan yang luar biasa. Aku jadi berpikir, apakah seperti ini sejuknya air di syurga? Ah…pasti lebih sejuk lagi. Bisakah aku merasakan kesejukan air syurga itu? Ya Allah…apakah aku pantas merindukan syurga-Mu setelah apa yang aku lakukan selama ini? Segera kuselesaikan wudhuku ketika terdengar suara iqamat. Aku segera ikut berdiri di antara barisan orang-orang yang akan menghadap Allah ini. Tiba-tiba tubuhku gemetar, sekarang aku akan menghadap Allah! Hal yan selama ini sudah lama kutinggalkan. Aku menggigil ketika aku mengangkat tanganku untuk bertakbir. Allahu Akbar!

Aku benar-benar menikmati bacaan yang dibawakan oleh imam sholat ini. Suaranya begitu merdu dan indah. Sehingga tanpa terasa air mata ini menetes. Setelah selesai membaca Al-Fatihah, beliau melanjutkan membaca surat Ar-Rohman. Ya Allah…aku sungguh tak kuasa menahan tangisku lagi. Aku pun menangis sesenggukan mendengarnya. Terjawablah semua pertanyaan-pertanyaanku tadi.

“(Allah) yang Maha pemurah, Yang Telah mengajarkan Al Quran. Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya. Dan Allah Telah meninggikan langit dan dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. Dan Allah Telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya). Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?…” (QS. Ar-Rahmaan : 1-13).

Betapa selama ini aku sering mendustakan nikmat-nikmat yang telah Ia berikan? Aku tak pernah mensyukuri apa yang telah ia berikan padaku. Teringatlah semua dosa-dosa yang pernah aku lakukan. Aku pernah mengusir seorang pengemis tua yang kaki kanannya sudah tidak ada. Aku bahkan juga mencaci-makinya. Padahal dia hanya meminta sedikit belas kasihanku untuk memberikannya beberapa keping uang logam. Namun aku sama sekali tak punya rasa kasihan. Aku usir dia. Bahkan ketika dia masih bertahan untuk mendapatkan sedikit sedekah, aku malah mendorong tubuhnya yang sudah uzur itu. Dia yang berdiri hanya dengan satu kaki dan dibantu dengan sebuah tongkat tentu saja langsung jatuh ke tanah. Tidak hanya itu, aku bahkan meludahinya. Astaghfirullahaladzim… Pengemis itu berdiri dengan susah payah. Ketika akhirnya dia sudah bisa berdiri, ia berkata lirih “Semoga Allah mengampunimu anakku”. Sungguh, tidak ada sumpah serapah atau umpatan yang keluar dari mulutnya. Lalu dia melangkah pergi meninggalkanku yang dengan pongah melihat ke arahnya.

Tidak hanya itu. Selama ini aku menghabiskan waktuku hanya untuk berfoya-foya dan menghambur-hamburkan uang. Aku sering melewatkan malam dengan mabuk-mabukan dan berjudi dengan teman-temanku. Menghabiskan uang untuk bersenang-senang. Aku tak pernah mau peduli dengan orang lain. Bahkan ketika beberapa orang remaja datang ke rumahku untuk meminta sumbangan untuk pembangunan masjid di kompleks perumahan itu, aku malah mengusir mereka dan mencaci-maki mereka. Sungguh begitu banyak dosa yang telah aku lakukan.

Hingga akhirnya beberapa hari yang lalu aku merasakan sakit yang amat sangat di kepalaku. Rasanya kepala ini mau pecah. Tiba-tiba akupun tak sadarkan diri. Ketika aku sadar, aku telah terbaring di kamar tidurku. Ternyata sopir dan pembantuku mendengar teriakanku dan segera berlari ke arahku. Namun ketika sampai, mereka mendapati diriku sudah tak sadarkan diri. Mereka segera menidurkanku ke tempat tidur dan memanggilkan dokter untukku. Namun ketika dokter itu sampai, aku sudah sadarkan diri. Aku menolak untuk diperiksa. Aku bilang aku tak apa-apa. Dan aku suruh dokter itu pulang.

Namun semenjak saat itu aku jadi sering merasakan pusing dan sakit kepala yang luar biasa. Karena sudah tak tahan dengan rasa sakit ini, aku memutuskan untuk periksa ke dokter. Dan ternyata, aku mengidap kanker otak stadium akhir. Dokter itu bilang umurku sudah tidak lama lagi. Hanya sebulan, ya… hanya sebulan saja aku akan hidup lagi. Setelah itu aku akan mati. Tapi itu kan kata dokter. Bagaimana kalau ternyata sebelum satu bulan itu aku sudah mati? Bukankah di dunia ini tidak ada yang tahu berapa lama umur seseorang dan kapan ia akan mati? Kalau ternyata minggu depan atau mungkin malah besok pagi Tuhan mengambil nyawaku, apakah aku sudah siap? Aku tidak mau mati sekarang sedangkan banyak sekali dosa-dosa yang telah aku lakukan.

Aku kini menyadari bahwa ternyata aku hanyalah makhluk yang sangat lemah. Aku tak mampu berbuat apa-apa tanpa belas kasih dari Allah. Aku hanyalah seorang makhluk yang hina. Betapa selama ini aku sangat sombong dengan membanggakan kekayaan dan kepintaranku. Namun aku lupa siapa yang telah memberikan semua kekayaan dan kepintaran yang aku miliki itu. Aku lupa pada penciptaku, pada Zat yang telah memberiku nyawa, dan memberiku segala apa yang aku inginkan, meskipun aku tak pernah mensyukurinya. Dia yang sangat pengasih, bahkan kepada hamba-Nya yang sangat pembangkang seperti aku. Aku telah melupakan Tuhanku, Allah!

Dan kini, setelah sekian lama aku meninggalkannya, sekarang aku bersimpuh di hadapan-Nya. Memohon ampun kepada-Nya, dan mengharapkan sedikit belas kasihan-Nya kepadaku, seperti yang dilakukan pengemis tua dulu kepadaku, bahkan kini aku lebih hina dari pengemis tua itu. Kini aku bersimpuh di hadapan-Nya, mencoba mengemis sedikit cinta-Nya untukku. Semoga Dia masih bersedia mengampuniku. Semoga dia masih sudi menerimaku. Dan semoga dia bersedia bertemu denganku jika nanti aku harus mati. Sekarang aku tak peduli lagi kapan aku akan mati. Kapan Dia akan memanggilku. Yang perlu aku lakukan adalah memanfaatkan sisa waktu yang masih Ia berikan kepadaku untuk memohon ampun pada-Nya. Bertaubat pada-Nya. Dan memperbaiki semua kesalahan yang telah aku lakukan. Kini perasaanku lebih tenang. Kulangkahkan kakiku keluar dari masjid. Di luar, aku mendengar sayup-sayup lantunan nasyid dari sebuah rumah yang terletak di sebelah masjid. Syairnya sungguh mempunyai arti yang sangat dalam bagiku.

Wahai pemilik nyawaku

Betapa lemah diriku ini

Berat ujian dari-Mu

Kupasrahkan semua pada-Mu

Tuhan baru kusadar

Indah nikmat sehat itu

Tak pandai aku bersyukur

Kini kuharapkan cinta-Mu

Kata-kata cinta terucap indah

Mengalir berdzikir di kidung doaku

Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku

Butir-butir cinta airmataku

Teringat semua yang Kau beri untukku

Ampuni khilaf dan salah

Selama ini Ya Ilahi

Muhasabah cintaku

Tuhan kuatkan aku

Lindungiku dari putus asa

Jika ku harus mati

Pertemukan aku dengan-Mu

By : Ukh_tRieX

(Terinspirasi dari nasyid Muhasabah Cinta-Edcoustic)

Dimana Idealisme yang Kalian Banggakan Itu??

Jika kalian baca judul di atas, mungkin terasa menghakimi. Maaf sebelumnya sobat, bukan itu maksud saya. Ini hanya sekedar peluapan uneg2 saya saja. Jadi sebelumnya saya minta maaf jika ada yang tersinggung atau tidak berkenan. Tulisan ini saya buat karena saya begitu kecewa dengan sikap yang selama ini dilakukan oleh mahasiswa, yang katanya adalah orang-orang yang punya idealisme tinggi. Tapi saya tidak melihat sikap itu di diri kebanyakan mahasiswa yang saya ketahui. Saya menulis seperti ini bukan tanpa alasan tentunya. Coba saja kita lihat di sekitar kita,,, ketika ada kuis… masih sangat mudah kita dapati mahasiswa yang saling kerjasama dalam mengerjakan soal, (apalagi kalau ditinggal dosen). Lalu dimana idealisme yang kalian agung-agungkan itu? Dimana nurani kalian wahai kawan? Apakah dengan nilai bagus yang kalian dapatkan lewat kecurangan itu yang kalian sebut hasil kerja keras kalian? Tak malukah kalian pada diri sendiri… pada orang tua kalian… dan kepada Tuhan? Banggakah kalian dengan semua itu?

Kawan… nilai bukanlah segala-galanya. Okelah… memang persaingan dunia kerja saat ini sangat ketat, namun tidak dengan cara seperti ini kawan. Nilai bagus tidak menjamin kehidupan kalian,, ia hanya sebagai penopang. Kalian tak butuh IPK 4 untuk dapat hidup,,, tapi kerja nyata kalianlah yang akan membuat kalian hidup. Buat apa seorang sarjana dengan IPK 4, tapi kerjanya NOL… nggak ada gunanya sobat. Saat ini, perusahaan-perusahaan juga sudah mulai berhati-hati dalam mencari pegawai. Mereka tidak lagi menjadikan kepintaran sebagai prioritas utama, tapi kesetiaan dan kejujuran. Yups… kalian catat baik2 ya.. KESETIAAN dan KEJUJURAN. Sudah banyak kasus dimana orang dengan nilai yang pas-pasan, namun punya LOYALITAS tinggi, ia justru diterima bekerja… padahal banyak orang2 yang lebih pintar darinya. (Sobat… saya dengar ada yang berpendapat bahwa orang yang jenius itu cenderung tidak setia,,, benarkah??).

Sobat,,, bukannya saya sok atau apa. Saya juga hanya manusia biasa. Bolehlah kalian mengatai terlalu idealis lah.. atau apa lah.. terserah kalian. Sungguh,, saya hanya ingin menyampaikan apa yang ada dalam pikiran saya. Sobat,, janganlah kalian bangga dengan hasil yang kalian peroleh dari kerja teman kalian. Banggalah dengan hasil kerja kita sendiri, sejelek apapun itu. Be your self!!

Mencari Jawabnya…

Ni semalem iseng2 buka file2 lama…dan nemu tulisan ini. Jadi daripada nggak berguna, tak share aja deh…Semoga bermanfaat!!!

Ketika kudapati diri ini tak lagi merasakan getar-getar itu ketika aku menghadapnya, aku jadi meragukan, apakah aku masih cinta padanya? Hanya hampa yang kurasakan ketika aku menghadapnya, bahkan aku tak bisa merasakan kehadirannya di sisiku. Aku pun jadi ragu, apakah benar ia di sisiku? Apakah ia masih ada di dalam hatiku? Apa ia masih mau berada di dekatku? Setelah semua yang kulakukan padanya? Aku sudah terlalu sering mengecewakannya, melanggar janji-janji yang kuucapkan padanya, dan melanggar banyak sekali hal-hal yang dilarangnya, aku dekati apa-apa yang dibencinya. Akankah ia masih sayang padaku, dan mau menemaniku? Aku terus mencari jawabannya. Aku bertanya pada setiap orang yang kutemui, dan aku sudah menduga jawaban apa yang akan mereka berikan padaku. “sungguh tidak tahu diri, bagaimana mungkin dia mau menemanimu lagi, pastilah di akan lebih memilih untuk pergi meninggalkanmu dan mencari orang lain yang tentunya lebih sayang dan lebih patuh padanya”. Ya..aku tahu pasti jawaban itulah yang akan kudapatkan. Namun aku belum jua mau menyerah, aku terus bertanya pada setiap orang yang aku temui. Hingga suatu hari aku menemui seorang gadis mungil yang sangat polos. Dan aku pun menanyakan hal itu padanya. Aku pun sudah siap jika dia memberikan jawaban yang sama dengan yang kuterima sebelum-sebelumnya. Namun sungguh,ternyata di luar dugaan! Dia menjawab,”tentu saja dia masih sayang pada kakak, dan dia pasti akan selalu setia menemani kakak sampai kapanpun”. Aku heran dengan jawabannya. Kupikir, pastilah dia hanya berbohong karena kasihan padaku. Namun aku tak menemui segurat pun kebohongan di wajahnya. Dia sangat polos, dan aku yakin dia berkata jujur. Ternyata dia melihat raut kebingungan di wajahku, lalu melanjutkan perkataannya. “percayalah kak, dia masih sangat sayang pada kakak. Buktinya saat ini kakak masih terus penasaran dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak kakak. Kalau ia sudah tak sayang pada kakak, tentulah ia akan membiarkan kakak begitu saja, sehingga kakak merasa tak perlu mencari tahu jawaban dari semua kegelisahan kakak. Sesungguhnya rasa penasaran itulah sebagai bukti rasa sayangnya pada kakak. Karena kakak tak dibiarkan lepas begitu saja. Dia ingin kakak tahu mengenai suatu hal yang selama ini tak kakak ketahui, atau kakak ragukan kebenarannya. Justru kalau ia membiarkan kakak begitu saja, itu yang seharusnya mesti kakak takutkan”. Sekarang aku mulai mengerti. Dan sekarang aku yakin kalau dia sangat sayang padaku. Aku pun yakin saat ini ia ada di dekatku, senantiasa menemaniku, baik dalam sukaku maupun dukaku.

Jajak Baru Kehidupan..

Setiap orang pasti pernah donk.. mengalami yang namanya “kegagalan”… yah, pastinya kita akan sangat sedih, stress, frustasi, jadi emosian, suka marah-marah sendiri… dll… tu wajar aja kok. Yang namanya usaha kan tidak selamanya mesti berhasil, sukses.. Ya kan??.. Nah, sebenernya gagal itu nggak perlu disesali sampe kayak gitu.. Setiap orang pasti juga pernah merasakan yang namanya gagal. Liat aja, orang-orang yang sekarang sudah sukses, mereka juga pernah gagal kok.. bahkan nggak cuma sekali dua kali, tapi bisa berkali kali. Tinggal kita aja, pintar-pintar mencari solusi buat mengatasi kegagalan itu. Bisa jadi memang kita belum saatnya untuk sukses. Tapi coba jika kita bisa menghadapinya dengan tenang, kita nikmati aja kegagalan itu.. Lalu jangan pernah putus asa untuk mencoba lagi… Nikmati setiap proses yang kita jalani. Jadi sebenarnya kunci untuk menghadapi kegagalan adalah dengan MENIKMATI proses… mungkin Allah punya caranya sendiri untuk kita jalani.. OK Sobat, selamat mencoba ya… NEVER GIVE UP..!!!

Masih Tentang PPDB

Assalamu’laikum…

Sobat, melanjutkan laporan yang tadi, karena sekarang udah kelar untuk hari pertama, seperti yang bisa diliat di web ppdbsolo.net, jumlah pendaftar di SMA N 2 ada 160 pendaftar, dengan 129 dari dalam kota, dan sisanya 31 orang dari luar kota. Entry data dan laporan2 selesai hampir jam 14.30 tadi. Fhuhhh…bayangin bawa 160 berkas data, dimana tiap2 berkas tu ada 3 lembar form. Berat banget….. Tapi ya….udah diniatin, ya udah deh. Tadi berangkat dari kampus ma Mbak Vihi, trus pulangnya, berhubung aku mash entry dan Mbak Vihi dah slesai, ya udah, Mbak Vihi tak persilahkan duluan aja. Endingnya aku telpon Dewi, dan dijemput deh ma Dewi. Langsung laporan ke PUSKOM, nyerahin berkas2… trus pulang. Alhamdulillah…hari pertama lancar… Semoga besok juga…Amin.

Buat rekan2 yang lain, semangat ya…!!!

Wassalamu’alaikum…

PPDB Online SMA N 2 Hari Pertama

Assalamu’alaikum wr.wb.

Hari ini hari pertama PPDB ONline di Surakarta, barengan dengan ujian SNMPTN. Tadi awalnya sempat ada trouble bentar,  tapi alhamdulillah bisa diatasi. Sekarang udah mulai input. Dan Alhamdulillah, data belum terlalu menumpuk. Operator juga kerja cepet.

Tadi, sebelum nulis ini, data pendaftar sudah 31 pendaftar. Padahal ni juga masih input. Subhanallah…siap2 bawa berat nie…hehehe…

Gimana ya..dengan yang lain? Semoga aja lancar deh…

Eh, emang bener ya…ijazah belum keluar?

Ya udah deh,,itu dulu yang bisa dilaporkan dari SMA N 2, klo ada update terbaru, ntar dikabari.

Wassalamu’alaikum..

Pasca UAS

Assalamu’alaikum…

Hai Sobat, alhamdulillah, akhirnya UAS selesai juga. Yaa…. walaupun masih menyisakan 2 proyek besar (hahahaha….), proyek yang…. yah… bisa dikatakan menyita segenap waktu, tenaga dan pikiranku.. (lebay…). Proyek apa itu??? Ya..tentu saja PW n RPL… fhuuhh… masih juga PPDB Online..

Ya… meskipun sibuk, dan harus merelakan masa-masa liburan yang sangat dinanti2…. dan sangat diharap2kan… (halah..soalnya ada si kecil Hanun, yang muaniz n cuakep..hehehehe….). Proyek RPL sudah hampir selesai (alhamdulillah…), tinggal buat dokumennya aja… Klo PW, baru aja dimulai, yaa…lumayanlah…dapat separoh kriteria..(hahahaha…). PPDB online masih dinanti kbr selanjutnya..

Sekarang sedang ada audiensi jurusan Ilmu Komputer (sekarang Teknik Informatika -red)… ni… malah tak tinggal nge-blog (contoh yang tidak baik…jangan ditiru ya..hehehe..). Semoga tercipta Ilkomp yang lebih baik..(amin!! Syukur2 berdiri fakultas Ilmu Komputer..hahahaha… ).

Ternyata nge-blog tu asyiek jg ya… bisa cerita apa aja…. Eh, tapi karena waktunya ga tepat, banyak orang…dan lagi ada acara, jadinya ga seru deh… ya udah deh.. kapan2 lagi aja.

Wassalamu’alaikum…

 Page 1 of 2  1  2 »